Notification

×

GAMIES INDONESIA

INDEKS BERITA

KNPI Ajak Kaum Muda Tetap Tenang dan Tak Terprovokasi Usai Tragedi 28 Agustus

31/08/2025 | 06:43 WIB Last Updated 2025-08-30T23:43:27Z


JAKARTA - Masyarakat terutama kalangan muda diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi terkait situasi saat ini.


Apalagi, peristiwa aksi demonstrasi 28 Agustus 2025 di Jakarta, ketika seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan, meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya.


Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama, mengajak kaum muda untuk memanfaatkan semangatnya membangun bangsa.


"Energi generasi muda harus diarahkan untuk membangun bangsa, bukan diseret ke dalam tindakan destruktif yang merugikan diri sendiri maupun negara", kata dia, Jumat (29/8/2025).


Haris pun menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa itu. Apalagi, kejadian itu turut menyayat hati banyak semua.


Haris pun menegaskan bahwa tragedi ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan elit politik yang semakin menjauh dari suara rakyat. 


Dia pun mengingatkan para menteri dan anggota DPR agar tidak membuat keputusan yang menambah beban masyarakat.


“Rakyat sedang berjuang dalam kesulitan ekonomi, tapi justru para pejabat kerap membuat kebijakan yang tidak populer dan melukai hati rakyat. Sikap seperti ini sama saja mencoreng nama baik Presiden Prabowo yang sedang berjuang keras untuk membangun bangsa,” tegasnya.


Menurutnya, pejabat negara harusnya bisa membaca denyut nadi masyarakat dan merasakan apa yang rakyat alami. 

Kebijakan yang berorientasi pada kepentingan elit hanya akan memperlebar jarak antara pemerintah dan rakyat, sekaligus mengancam kepercayaan publik.


“Kalau pejabat tidak peka, rakyat akan marah. Padahal, kepercayaan rakyat inilah modal utama Presiden Prabowo dalam membawa Indonesia menuju kejayaan. Jangan sampai langkah besar Presiden terhambat oleh ulah menteri atau DPR yang abai pada nurani rakyat,” sambung dia.


Dirinya pun menyerukan agar tragedi 28 Agustus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. 

Kedewasaan demokrasi harus dijaga dengan dialog, kebijakan yang berkeadilan, dan empati pemimpin terhadap penderitaan rakyat.


“Jangan pernah jauh dari nurani rakyat. Karena rakyat bukan sekadar angka dalam survei, tapi denyut kehidupan bangsa ini. Hanya dengan berpihak kepada rakyat, kita bisa menjaga stabilitas dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update